SKRIPSI 2017
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MEKANISME KOPING PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RUANG HEMODIALISA RSUD DR. HARJONO PONOROGO
File Attachment
Pasien yang menjalani hemodialisa akan mengalami perubahan fisik, psikis dan masalah ekonomi hal tersebut akan membuat stress. Diperlukan dukungan keluarga dalam mengatasi stres sehingga koping menjadi adaptif. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan mekanisme koping pasien gagal ginjal kronis di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Harjono Ponorogo.rn Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan 19 Januari – 19 Februari 2017 bertempat di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Populasi adalah semua pasien gagal ginjal kronis yang melakukan hemodialisa lebih dari 6 bulan di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Harjono Ponorogo sebanyak 72 pasien. Sampling menggunakan purposive sampling. Sampel sebanyak 65 responden. Terdapat 2 variabel, variabel independen dengan dukungan keluarga dan dependen dengan mekanisme koping. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis statistik menggunakan spearman rank dengan taraf signifikasi α=0,05.rnHasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga sebagian besar dari responden memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik yaitu 39 responden (60 %). Untuk mekanisme koping sebagian besar dari responden memiliki mekanisme koping yang adaptif yaitu 36 responden (55,38%). Didapatkan p value = 0,000 ≤ α = 0,05 dan r = 0,894, sehingga Ha diterima. Dapat disimpulkan ada hubungan dukungan keluarga dengan mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronis di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Harjono Ponorogo dengan tingkat korelasi sangat kuat.rn Dukungan keluarga yang baik akan membuat penderita gagal ginjal kronis merasa disayangi, mendapat perhatian, dan menjadi lebih nyaman. Psikologis yang baik akan membuat seseorang lebih kostruktif dan memiliki koping yang adaptif.rnKata Kunci : Dukungan Keluarga, Mekanisme Koping, Pasien Gagal Ginjal Kronisrn
