SKRIPSI 2017
HUBUNGAN MOTIVASI SEMBUH DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBON
File Attachment
Tuberkulosis paru disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosis. Penderita tuberculosis di Indonesia merupakan urutan ke-3 terbanyak setelah India dan China dengan jumlah penderita sekitar 10% dari total jumlah penderita TB di dunia. Saat ini masalah putus berobat dan berhenti minum obat atau tidak patuh minum obat merupakan masalah mendasar yang mengakibatkan insiden prevalensi tuberculosis terus meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh motivasi sembuh pasien yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi sembuh dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Prambon.rn Desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi 73 orang dan sampel 73 responden yang diambil secara total sampling. Penelitian ini dilakukan tanggal 4-18 Mei 2017 variabel independen adalah motivasi sembuh dan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat anti tuberculosis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan coefficient contingency dengan α = 0,05rn Hasil penelitian ini didapatkan motivasi sembuh pada penderita tuberculosis sebagian besar yaitu 45 responden (61,6%) motivasi baik. Kepatuhan minum obat anti tuberkulosis hampir seluruhnya yaitu 66 responden (90,4%) patuh. Dari uji statistic didapat ada hubungan motivasi sembuh dengan kepatuhan minum obat di wilayah kerja Puskesmas Prambon dengan p value = 0,003 ≤α (0,05) maka Ha diterima dengan tingkat hubungan rendah coefficient correlation = 0,371rn Motivasi sembuh memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan pengobatan seorang penderita tuberculosis paru dalam mencapai tujuan guna memenuhi derajat kesehatan.rnrnKata Kunci : Motivasi sembuh, Kepatuhan minum obat, Tuberkulosis parurn
