SKRIPSI 2017
HUBUNGAN RESTRIKSI CAIRAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RSUD DR. HARJONO PONOROGO
File Attachment
Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa perlu memperhatikan asupan cairan untuk mencegah akumulasi cairan yang mempengaruhi tekanan darah. Indikator menilai restriksi cairan pasien GGK salah satunya menggunakan IDWG (Interdialytic Weight Gain). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan restriksi cairan dengan tekanan darah pasien GGK di ruang hemodialysis RSUD Dr. Harjono Ponorogo.nDesain penelitian korelasi dengan pendekatan crossectional, pengumpulan data dilakukan tanggal 3-29 April 2017 dengan menggunakan lembar observasi. Populasi dalam penelitian sejumlah 208 responden. Sampel yang dilibatkan sejumlah 137 pasien GGK dengan tehnik Consecutive Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini restriksi cairan, variabel dependennya tekanan darah. Analisa data dengan uji statistik Spearman Rank dimana ? = ? 0.05. nHasil penelitian menunjukkan restriksi cairan pasien sebagian besar (50,4%) termasuk kategori ringan dan sebagian kecil (26,3%) kategori normal. Tekanan darah pasien post-hemodialisis sebagian besar (58,4%) responden tekanan sistolik kategori hipertensi dan sebagian besar (67,2%) responden tekanan darah diastolik kategori normal. Analisis uji statistik Spearman Rank didapatkan tingkat signifikansi p = 0.268 dan p = 0,596, dimana ? = ? 0.05.nKesimpulannya tidak ada hubungan antara restriksi cairan dan tekanan darah pasien hemodialysis di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Tekanan darah pasien GGK yang menjalani HD dipengaruhi oleh banyak hal, seperti riwayat hipertensi pre-hemodialysis, riwayat genetik menderita hipertensi, proses ultrafiltrasi selama proses hemodialysis, dan konsumsi obat antihipertensi.nnnKata Kunci : Restriksi Cairan, Tekanan Darah, Gagal Ginjal Kronik
